Minggu, 21 Oktober 2018

Pembelajaran Tebak Kata

MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA





A. Pengertian Model Pembelajaran Tebak Kata

Menurut (Ginnis dalam http://wintervina.blogspot.com), model pembelajaran tebak kata merupakan aplikasi permainan yang tepat pada proses pembelajaran antara lain dapat menciptakan hubungan belajar yang lebih fleksibel antara siswa, memecahkan kebekuan antara siswa dan guru sehingga para guru bisa benar-benar berperan selayaknya teman belajar, dan melatih berbagai kecakapan berpikir tanpa mesti terbebani dan susah payah. Permainan secara efektif mampu mengubah dinamika kelas dan biasanya menciptakan kemauan yang lebih besar untuk belajar dan bersikap.
Sedangkan menurut Hanafiah (2010, 91), model pembelajaran tebak kata adalah model pembelajaran yang meminta seluruh siswa untuk aktif di dalam proses pembelajaran dengan menebak kata-kata yang ada di dalam kartu yang telah disiapkan guru sementara isinya dapat didiskusikan dalam kelas.
Dalam pelaksanaannya model pembelajaran tebak kata menggunakan media kartu teka-teki yang berpasangan dengan kartu jawaban teka-teki. Permainan tebak kata dilaksanakan dengan cara anak menjodohkan kartu soal teka-teki dengan kartu jawaban yang tepat. Media yang digunakan biasanya berupa:
1.   Kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.
2.   Kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga,di saku baju, dikalungkan, atau di tempel dan disebar di dalam kelas).
Selain itu model pembelajaran tebak kata merupakan satu permainan yang sering dijumpai di acara atau tayangan kuis yang terdapat di televisi. Permainan tebak kata merupakan  sebuah permainan yang mengondisikan anak menggunakan kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan dalam keadaan yang realistis.
Dengan demikian model pembelajaran tebak kata merupakan aktivitas pembelajaran yang pertama dan utama serta menyenangkan dalam mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar. Melalui tebak kata, anak diarahkan untuk memahami dan mengetahui pesan-pesan yang terkandung dalam materi pembelajaran. Jadi dengan mampunya anak menebak kata berarti mencerminkan kemampuan anak dalam menguasai dan memahami materi  yang telah disampaikan oleh guru.

B.     Tujuan Model Pembelajaran Tebak Kata
Permainan tebak kata ini dimaksudkan untuk melatih anak dalam mengingat dan menggunakan konsep yang telah dipelajari dan bahkan yang baru diketahui atau ditemukan pada saat permainan berlangsung, tanpa ragu atau takut salah, dan tentunya sekaligus melatih berbicara anak dan bagaimana mengidentifikasikan sesuatu dengan membuat kalimat-kalimat (Nurarti, 2006).
Sedangkan menurut Hanafiah (2010, 93) model pembelajaran tebak kata merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dalam proses pembelajaran agar dapat membantu siswa untuk terjadi perubahan.
Secara spesifik tujuan model pembelajaran tebak kata bagi anak sd kelas 1 adalah memberikan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, sehingga anak bisa belajar sambil bermain kosa kata baru, mengenal suara huruf awal dari nama-nama benda yang ada di sekitarnya, memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf dan memungkinkan anak bermain melibatkan seluruh indranya, sehingga anak bisa melihat, mendengar, meraba, merasa, mencium, memanipulasi, mengeksplorasi, menyelidiki. Selain itu anak akan menemukan konsep, hubungan, menambah perbendaharaan kata, ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya. dengan kata-kata, menggunakan kata-kata dengan bebas, anak senang bermain dengan bahasa, bereksperimen dengan bahasa.

C.     Prinsip atau Ciri-Ciri Model Pembelajaran Tebak Kata
Beberapa prinsip model pembelajaran tebak kata adalah sebagai berikut :
1.      Pembelajaran berlangsung menyenangkan. Pembelajaran yang  menyenangkan bagai anak sd kelas 1 atau usia dini adalah bermain. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran “Bermain sambil belajar, belajar seraya bermain”. Dengan demikian anak akan merasa senang dalam melakukan aktifitas pembelajaran.
2.    Anak diarahkan untuk aktif. Melalui permainan tebak kata, anak usia dini dilatih untuk aktif
3.      Menggunakan media yang kongkrit dan menarik. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa kartu dengan ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak, dilengkapi dengan gambar benda yang mewakili kata-kata dalam permainan tebak kata. Kartu kata yang akan ditebak bisa dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga, di saku baju, dikalungkan, atau di tempel dan disebar di dalam kelas.
A.     Kelebihan Model Pembelajaran Tebak Kata
Beberapa kelebihan model pembelajaran tebak kata di sd kelas 1 adalah sebagai berikut:
1.      Pembelajaran yang dilakukan lebih menarik karena menggunakan media kartu, sehingga anak tidak jenuh atau bosan.
2.      Dapat meningkatkan daya berpikir anak, karena anak dituntut untuk menjawab suatu kata yang membutuhkan pikiran kritis peserta didik.
3.      Pembelajaran akan lebih berkesan, bermakna dan menyenangkan karena dilakukan dengan cara di luar kebiasaan ‘belajar’. Sehingga anak ingin mencobanya.
4.      Melatih anak untuk menemukan jawaban dengan menggunakan berbagai alternatif jawaban.
5.      Melibatkan seluruh anggota tubuh dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk, dan mencari pasangan, dengan demikian dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak sd kelas 1 (moral, sosial, emosional, kemandirian, pengetahuan, bahasa, fisik).
6.      Reward bagi anak terjadi dengan sendirinya walaupun bersifat sederhana.
7.      Anak akan mempunyai kekayaan bahasa.
8.      Memudahkan dalam menanamkan konsep pelajaran dalam ingatan siswa.

B.     Kelemahan Model Pembelajaran Tebak Kata
Adapun kekurangan model pembelajaran tebak kata adalah:
1.      Tidak mudah bagi guru untuk membuat kartu-kartu yang menarik untuk diamati oleh anak didik.
2.      Tidak mudah bagi guru untuk menyusun rangkaian kata perkata di dalam kartu sehingga membutuhkan satu kartu sebagai jawaban hasil tebakan anak didik.
3.      Bagi anak pada jenjang SD sering kali anak beranggapan bahwa model ini bukan untuk belajar, tetapi hanya sebagai permainan sehingga anak didik merasa ini hanya permainan belaka. Padahal model ini dilakukan  dalam rangka mengikutsertakan komponen tubuh anak dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk dan mencari pasangan.
4.      Panduan pertanyaan maupun jawaban bersifat terbatas walaupun yang diharapkan anak menemukan sebuah konsep
5.      Anak yang memiliki perbendaharaan kata terbatas akan mendapat kesulitan terlebih bagi anak yang belum lancar membaca.

Untuk mengatasi kelemahan di atas hendaknya model pembelajaran tebak kata sd kelas 1 dapat dilakukan dengan :
1.      Bagi anak yang belum bisa membaca, guru dapat membantu anak membacakan kata-katanya.
2.      Kata-kata yang ditulis dapat menggunakan bentuk dan warna yang menarik sehingga anak tertarik untuk belajar membaca.
3.      Model pembelajaran tebak kata bisa dikombinasikan dengan model pembelajaran yang lain atau teknik lain seperti bermain, bernyanyi, dan bercerita.

C.     Langkah-langkah Model Pembelajaran Tebak Kata
1.      Langkah Persiapan
a.    Membuat Lesson Plan (rencana pembelajaran)
b.    Siapkan materi yang akan di sampaikan.
c.     Siapkan bahan ajar yang di butuhkan (Guru mempersiapkan kartu yang akan digunakan dalam proses pembelajaran).
d.    Siapkan kata kunci yang akan di pertanyakan.

2.      Langkah Inti
  1. Guru mengatur tempat duduk anak untuk memberikan penjelasan pembelajaran.
b.   Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi pelajaran selama + 45 menit (bagi anak SD ke atas). Tetapi untuk anak usia dini cukup dijelaskan tujuan pembelajaran yang lebih sederhana.
c.   Guru menyusun peserta didik berdiri berpasangan didepan kelas .
d.   Seorang peserta didik diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nantinya dibacakan kepada pasanganya. Seorang peserta didik lainnya diberikan kartu dengan ukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (kertasnya dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga atau disebarkan di kelas (dengan syarat anak yang memegang kartu yang berukuran 10x10 cm bisa melihat apa jawabannya).
e.   Peserta didik yang memegang kartu 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasanganya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm. Jawaban tepat apabila sesuai isi kartu yang berukuran 5x2 cm tersebut. (bagi anak yang belum bisa membaca guru dapat membantu membacakan kata-kata yang tertulis dalam kartu kata berukuran 10 x 10 cm).

f.    Anak mencari jawaban kata yang tepat, selanjutnya jawaban anak ditempel pada celemek flanel. Apabila jawabanya tepat (sesuai yang tertulis dikartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada  waktu yang ditetapkan, peserta didik boleh mengarahkan dengan kata-kata lain, dengan syarat tidak langsung memberikan jawabannya.

Jadi, model pembelajaran Tebak Kata merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat diberikan untuk anak usia dini setelah dimodifikasi dan diberikan melalui metode bermain, bernyanyi dan bercerita. Dengan demikian proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga anak berminat atau tertarik untuk belajar, mempermudah dalam menanamkan konsep-konsep dalam ingatan anak. Selain itu anak juga diarahkan untuk aktif, yaitu anak mampu dan dapat bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar