A. Pengertian Model Pembelajaran Tebak Kata
Menurut (Ginnis dalam http://wintervina.blogspot.com),
model pembelajaran tebak kata merupakan aplikasi permainan yang tepat pada
proses pembelajaran antara lain dapat menciptakan hubungan belajar yang lebih
fleksibel antara siswa, memecahkan kebekuan antara siswa dan guru sehingga para
guru bisa benar-benar berperan selayaknya teman belajar, dan melatih berbagai
kecakapan berpikir tanpa mesti terbebani dan susah payah. Permainan secara
efektif mampu mengubah dinamika kelas dan biasanya menciptakan kemauan yang
lebih besar untuk belajar dan bersikap.
Sedangkan menurut Hanafiah (2010, 91), model
pembelajaran tebak kata adalah model pembelajaran yang meminta seluruh siswa
untuk aktif di dalam proses pembelajaran dengan menebak kata-kata yang ada di
dalam kartu yang telah disiapkan guru sementara isinya dapat didiskusikan dalam
kelas.
Dalam pelaksanaannya model pembelajaran
tebak kata menggunakan media kartu teka-teki yang berpasangan dengan kartu
jawaban teka-teki. Permainan tebak kata dilaksanakan dengan cara anak
menjodohkan kartu soal teka-teki dengan kartu jawaban yang tepat. Media yang
digunakan biasanya berupa:
1.
Kartu
ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada
jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.
2.
Kartu
ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini
nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga,di saku baju,
dikalungkan, atau di tempel dan disebar di dalam kelas).
Selain itu model pembelajaran tebak kata
merupakan satu permainan yang sering dijumpai di acara atau tayangan kuis yang
terdapat di televisi. Permainan tebak kata merupakan sebuah permainan
yang mengondisikan anak menggunakan kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata
keterangan dalam keadaan yang realistis.
Dengan demikian model pembelajaran tebak kata merupakan
aktivitas pembelajaran yang pertama dan utama serta menyenangkan dalam
mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar. Melalui tebak kata, anak
diarahkan untuk memahami dan mengetahui pesan-pesan yang terkandung dalam materi
pembelajaran. Jadi dengan mampunya anak menebak kata berarti mencerminkan
kemampuan anak dalam menguasai dan memahami materi yang telah disampaikan oleh guru.
B.
Tujuan
Model Pembelajaran Tebak Kata
Permainan tebak kata ini dimaksudkan
untuk melatih anak dalam mengingat dan menggunakan konsep yang telah dipelajari
dan bahkan yang baru diketahui atau ditemukan pada saat permainan berlangsung,
tanpa ragu atau takut salah, dan tentunya sekaligus melatih berbicara anak dan
bagaimana mengidentifikasikan sesuatu dengan membuat kalimat-kalimat (Nurarti,
2006).
Sedangkan menurut Hanafiah (2010, 93)
model pembelajaran tebak kata merupakan salah satu model pembelajaran yang
dikembangkan dalam proses pembelajaran agar dapat membantu siswa untuk terjadi
perubahan.
Secara spesifik tujuan model pembelajaran tebak kata bagi
anak sd kelas 1 adalah memberikan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna, sehingga anak bisa belajar sambil bermain kosa kata baru, mengenal suara huruf awal dari nama-nama
benda yang ada di sekitarnya, memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
dan memungkinkan anak bermain melibatkan seluruh indranya, sehingga anak
bisa melihat, mendengar, meraba, merasa, mencium, memanipulasi, mengeksplorasi,
menyelidiki. Selain itu anak akan menemukan konsep, hubungan, menambah
perbendaharaan kata, ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya. dengan
kata-kata, menggunakan kata-kata dengan bebas, anak senang bermain dengan
bahasa, bereksperimen dengan bahasa.
C. Prinsip atau Ciri-Ciri Model
Pembelajaran Tebak Kata
Beberapa prinsip model pembelajaran tebak kata
adalah sebagai berikut :
1.
Pembelajaran
berlangsung menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan bagai anak sd kelas 1 atau usia
dini adalah bermain. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran “Bermain sambil
belajar, belajar seraya bermain”. Dengan demikian anak akan merasa senang dalam melakukan aktifitas pembelajaran.
2. Anak
diarahkan untuk aktif. Melalui permainan tebak kata, anak usia dini dilatih
untuk aktif
3.
Menggunakan
media yang kongkrit dan menarik. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah
berupa kartu dengan ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya
yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak, dilengkapi
dengan gambar benda yang mewakili kata-kata dalam permainan tebak kata. Kartu
kata yang akan ditebak bisa dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di
telinga, di saku baju, dikalungkan, atau di tempel dan disebar di dalam kelas.
A. Kelebihan
Model Pembelajaran Tebak Kata
Beberapa kelebihan model pembelajaran tebak kata di sd
kelas 1 adalah sebagai berikut:
1.
Pembelajaran
yang dilakukan lebih menarik karena menggunakan media kartu, sehingga anak
tidak jenuh atau bosan.
2.
Dapat
meningkatkan daya berpikir anak, karena anak dituntut untuk menjawab suatu kata
yang membutuhkan pikiran kritis peserta didik.
3.
Pembelajaran
akan lebih berkesan, bermakna dan menyenangkan karena dilakukan dengan cara di
luar kebiasaan ‘belajar’. Sehingga anak ingin mencobanya.
4.
Melatih
anak untuk menemukan jawaban dengan menggunakan berbagai alternatif jawaban.
5.
Melibatkan
seluruh anggota tubuh dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk, dan
mencari pasangan, dengan demikian dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan
anak sd kelas 1 (moral, sosial, emosional, kemandirian, pengetahuan, bahasa,
fisik).
6.
Reward
bagi anak terjadi dengan sendirinya walaupun bersifat sederhana.
7.
Anak
akan mempunyai kekayaan bahasa.
8.
Memudahkan
dalam menanamkan konsep pelajaran dalam ingatan siswa.
B. Kelemahan
Model Pembelajaran Tebak Kata
Adapun
kekurangan model pembelajaran tebak kata adalah:
1.
Tidak
mudah bagi guru untuk membuat kartu-kartu yang menarik untuk diamati oleh anak
didik.
2.
Tidak
mudah bagi guru untuk menyusun rangkaian kata perkata di dalam kartu sehingga
membutuhkan satu kartu sebagai jawaban hasil tebakan anak didik.
3.
Bagi
anak pada jenjang SD sering kali anak beranggapan bahwa model ini bukan untuk
belajar, tetapi hanya sebagai permainan sehingga anak didik merasa ini hanya
permainan belaka. Padahal model ini dilakukan
dalam rangka mengikutsertakan komponen tubuh anak dalam proses
pembelajaran, seperti berdiri, duduk dan mencari pasangan.
4.
Panduan
pertanyaan maupun jawaban bersifat terbatas walaupun yang diharapkan anak menemukan
sebuah konsep
5.
Anak
yang memiliki perbendaharaan kata terbatas akan mendapat kesulitan terlebih
bagi anak yang belum lancar membaca.
Untuk mengatasi kelemahan di
atas hendaknya model pembelajaran tebak kata sd kelas 1 dapat dilakukan dengan
:
1.
Bagi
anak yang belum bisa membaca, guru dapat membantu anak membacakan kata-katanya.
2.
Kata-kata
yang ditulis dapat menggunakan bentuk dan warna yang menarik sehingga anak
tertarik untuk belajar membaca.
3.
Model
pembelajaran tebak kata bisa dikombinasikan dengan model pembelajaran yang lain
atau teknik lain seperti bermain, bernyanyi, dan bercerita.
C.
Langkah-langkah Model
Pembelajaran Tebak Kata
1.
Langkah Persiapan
a. Membuat Lesson Plan (rencana pembelajaran)
b. Siapkan materi yang akan di sampaikan.
c.
Siapkan
bahan ajar yang di butuhkan (Guru
mempersiapkan kartu yang akan digunakan dalam proses pembelajaran).
d. Siapkan kata kunci yang akan di pertanyakan.
2.
Langkah Inti
- Guru mengatur tempat duduk anak
untuk memberikan penjelasan pembelajaran.
b.
Guru
menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi pelajaran selama +
45 menit (bagi anak SD ke atas). Tetapi untuk anak usia dini cukup dijelaskan
tujuan pembelajaran yang lebih sederhana.
c.
Guru
menyusun peserta didik berdiri berpasangan didepan kelas .
d.
Seorang
peserta didik diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nantinya dibacakan
kepada pasanganya. Seorang peserta didik lainnya diberikan kartu dengan ukuran
5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (kertasnya dilipat) kemudian
ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga atau disebarkan di kelas (dengan
syarat anak yang memegang kartu yang berukuran 10x10 cm bisa melihat apa
jawabannya).
e.
Peserta
didik yang memegang kartu 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis
didalamnya sementara pasanganya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm.
Jawaban tepat apabila sesuai isi kartu yang berukuran 5x2 cm tersebut. (bagi
anak yang belum bisa membaca guru dapat membantu membacakan kata-kata yang
tertulis dalam kartu kata berukuran 10 x 10 cm).
f.
Anak
mencari jawaban kata yang tepat, selanjutnya jawaban anak ditempel pada celemek
flanel. Apabila jawabanya tepat (sesuai yang tertulis dikartu) maka pasangan
itu boleh duduk. Bila belum tepat pada
waktu yang ditetapkan, peserta didik boleh mengarahkan dengan kata-kata
lain, dengan syarat tidak langsung memberikan jawabannya.
Jadi, model pembelajaran Tebak Kata merupakan salah satu
model pembelajaran yang tepat diberikan untuk anak usia dini setelah
dimodifikasi dan diberikan melalui metode bermain, bernyanyi dan bercerita. Dengan
demikian proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga anak berminat atau
tertarik untuk belajar, mempermudah dalam menanamkan konsep-konsep dalam
ingatan anak. Selain itu anak juga diarahkan untuk aktif, yaitu anak mampu dan
dapat bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar